Advertisement

Advertisement

Advertisement

Redaksi1
Selasa, 14 April 2026, April 14, 2026 WIB
Last Updated 2026-04-14T08:01:53Z
Ekonomi

Rupiah Melemah ke Rp17.130/USD, Sentimen Domestik Masih Sangat Lemah

Advertisement

JAKARTA – Nilai tukar rupiah pada Selasa pagi melemah 25 poin atau 0,15 persen menjadi Rp17.130 per dolar AS. Posisi ini turun dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.105 per dolar AS.
 
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyatakan pelemahan rupiah disebabkan oleh sentimen domestik yang masih sangat lemah.
 
“Pelemahan ini menggarisbawahi sentimen domestik yang masih sangat lemah, yang di antaranya kekhawatiran akan defisit anggaran, downgrade outlook pertumbuhan ekonomi, cadangan devisa (cadev) yang terus menurun, serta surplus perdagangan yang semakin kecil,” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.
 
Berikut rincian indikator ekonomi yang menjadi sentimen negatif tersebut:
 
- Defisit APBN: Per Maret 2026, defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tercatat melonjak sekitar Rp240,1 triliun atau naik 140 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

- Cadangan Devisa: Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret 2026 sebesar 148,2 miliar dolar AS, menurun dibandingkan posisi akhir Februari 2026 yang sebesar 151,9 miliar dolar AS.

- Neraca Perdagangan: Pada Februari 2026, Indonesia mencatat surplus sebesar 1,27 miliar dolar AS, naik sedikit dari 0,95 miliar dolar AS pada periode sebelumnya. Kenaikan ini ditopang oleh penurunan impor migas, dengan rincian ekspor 22,17 miliar dolar AS dan impor 20,89 miliar dolar AS.

- Outlook Pertumbuhan Ekonomi: Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di level 4,7 persen, lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya yang sebesar 4,8 persen.
 
Kendati terdapat sejumlah sentimen negatif, rupiah dinilai berpotensi menguat di tengah sentimen pasar global yang membaik dan harga minyak yang turun ke kisaran di bawah 100 dolar AS per barel.
 
“Investor menaruh harapan pada perundingan damai (AS-Iran) yang diharapkan masih berlanjut,” ungkap Lukman.
 
Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diprediksi akan bergerak dalam kisaran Rp17.050-Rp17.150 per dolar AS. (Hty)