Jakarta - Helikopter Mi‑17V5 milik Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad) mengalami kecelakaan saat menjalankan tugas pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Berdasarkan siaran pers Dinas Penerangan TNI AD (Dispenad), satu orang kru dinyatakan meninggal dunia.
Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono menyatakan bahwa helikopter yang diawaki delapan personel itu jatuh saat melakukan pengambilan air untuk water bombing guna memadamkan karhutla di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, sekitar pukul 11.18 WIB.
"Hingga saat ini, satu orang kru heli ditemukan meninggal dunia dan jenazahnya sudah dievakuasi ke RS Kuala Pembuang. Lima orang dalam kondisi selamat dan tengah menjalani perawatan di RS yang sama, sedangkan dua kru lainnya masih dalam proses evakuasi," ujar Donny.
Helikopter tersebut sebelumnya lepas landas dari Kuala Pembuang pukul 09.55 WIB menuju Telaga Pulang untuk misi pemadaman karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP). Segera setelah kejadian, TNI AD bersama tim gabungan mengerahkan personel lewat jalur udara dan laut untuk evakuasi.
"Upaya penyelamatan diprioritaskan agar seluruh personel mendapatkan pertolongan secepatnya. Penyebab pasti kecelakaan masih dalam tahap penyelidikan," jelas Donny. (Red)
